Templates by BIGtheme NET

Aksi Terorisme Jangan Diberi Ruang

BERI PLAKAT: Ketua FKPT Jateng, Najahan Musyafak memberikan plakat kepada Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Hendro Basuki seusai diskusi di ruang rapat Kantor Redaksi, Jalan Kaligawe, Semarang, Rabu (20/4).

SUARA MERDEKA– Kompetensi seorang wartawan menentukan penggalian informasi terkait pemberitaan terorisme. Wartawan harus berpihak dalam pemberantasan terorisme daripada memberi panggung kepada pelaku teror. Hal itu disampaikan anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi saat berdiskusi dengan Pemred Suara Merdeka, Hendro Basuki, di Ruang Rapat Kantor Suara Merdeka, Jalan Kaligawe, Rabu (20/4). Imam mengatakan, pekerja media harus belajar mengenai terorisme agar tak terjebak ...

Baca Artikel »

BNPT Gelar Lomba Video Pendek Berhadiah Puluhan Jutaan Rupiah

lomba video revisi JPG

Generasi muda adalah harapan bangsa, karena di pundak generasi mudalah estafet kepemimpinan masa depan akan berlanjut. Karenanya generasi muda terutama para pelajar harus dijauhkan dari paham radikalisme. Sikap kritis terhadap kemungkinan kaderisasi gerakan radikalisme yang terjadi di kalangan generasi muda perlu ditumbuhkan. Hal ini untuk mencegah meluasnya gerakan teroris yang kini banyak menyasar generasi muda. Hasil penelitian Lembaga Kajian Islam ...

Baca Artikel »

Sebanyak 950 Orang Jadi Pelaku Terorisme

Kegiatan FKPT Jateng melibatkan berbagai unsur masyarakat

Semarang, nujateng.com- Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahan Musyafak, menyampaikan bahwa adanya eksistensi gerakan-gerakan radikalis dilatarbelakangi dari persoalan politik, ekonomi yang memunculkan budaya tanding. Hal ini, kata dia, secara lebih mudah terlihat dengan lunturnya identitas diri dan bergesernya nasionalisme. “Makanya, dulu target aksi terorisme adalah objek-objek vital, lalu bergeser pada polisi. Sekarang bergeser pada pola pikir,” tutur ...

Baca Artikel »

Penanganan Terorisme Harus Extra Ordinary

Ketua FKPT Jateng Dr. Najahan Musyafak, MA.

SEMARANG, suaramerdeka.com – Upaya penanganan kasus terorisme, pemerintah telah menaruh perhatian khusus. Seperti penanganan kasus-kasus lainnya. Oleh sebab itu, perlu ekstra ordinary. Artinya, penanganan harus menyeluruh. Demikian pernyataan DR H Najahan Musyafak Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng didampingi Sekretaris Dandan Febri Herdiana SE MM kepada wartawan di RM Saung Dapoer Kampoeng Semarang, beberapa waktu lalu.

Baca Artikel »

FKPT Jateng Bina Napi Teroris Bertaubat

Pembinaan yang dilakukan unsur BNPT, FKPT Jateng, MUI, Psikolog terhadap para napi teroris di LP Kedungpane, Semarang, tahun 2013. (Foto: Isdiyanto)

SEMARANG (KRjogja.com) – Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng menolak munculnya penilaian yang menyatakan program deradikalisasi untuk kalangan mantan dan terpidana teroris gagal. Jika dikaitkan dengan keterlibatan Afif, mantan napi teroris yang terlibat dalam insiden ledakan bom di Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, itu tidak fair.

Baca Artikel »

Jangan Selalu Kaitkan Orang Hilang dengan ISIS

Ketua FKPT Jateng Dr. Najahan Musyafak, MA.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – ISIS sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat nasional hingga global. Namun, hilangnya dua PNS Purbalingga dan seorang dokter di Yogyakarta belum bisa dipastikan bergabung dengan ISIS atau organisasi terorisme lain. Hal itu dikatakan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahan Musyafak.

Baca Artikel »

FKPT Jateng Gandeng Diknas Prov Jateng Cegah Terorisme

Pengurus FKPT Jateng berforo bersama Kadinas Prov  seusai Audiensi

Salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan  yakni mentransformasi nilai-nilai yang dipandang baik dan bersifat universal kepada peserta didik untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Nilai-nilai universal yang terdapat dalam pendidikan terlebih lagi ajaran agama  harus ditransformasi oleh institusi pendidikan   kepada peserta didik. Hal ini sangat penting dalam rangka untuk menanggulangi aksi redikalis-teroris yang justru muncul dan berkembang dengan mudah ...

Baca Artikel »

Kenali Diri dan Lingkungan, Kunci Memutus Mata Rantai Terorisme

Nasir Abbas saat memaparkan meteri di hadapan ratusan peserta seminar (foto dindin)

Sejak tahun 2000 sampai dengan 2015 telah ditangkap kurang lebih 1000 orang pelaku kasus terror, sebagian telah divonis melalui sidang pengadilan dan sebagian dari itu sudah keluar atau selesai menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan. Fakta-fakta menarik dari terungkapnya  kasus-kasus  teror yang terjadi di Indonesia adalah pertama, pelaku sebagian besar warga negara Indonesia yang pernah mendapatkan pelatihan militer dan berperang di ...

Baca Artikel »

Kaum Ibu Madrasah Pertama Bagi Anak Cegah Terorisme dan Radikalisme

Deputi Kasubdit Kewaspadaan  Dr. Andi Intan Dulung  saat menjadi Keynote Speech dalam Seminar (foto dindin)

Terorisme dan radikalisme   sebenarnya  sudah ada sejak zaman dulu dan bisa terjadi   dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.   Pada zaman Kekaisaran Romawi terorisme dan radikalisme dipakai  sebagai alat  perjuangan melawan tirani. Namun pada abad 20,  terisme lebih bersifat kepentingan pribadi dan golongan untuk mencapai tujuan tertentu. Demikian dikatakan oleh Dr. Andi Intan Dulung  Deputi Kasubdit Kewaspadaan Badan Nasional Penanggulangan ...

Baca Artikel »

Mubalig dan Pondok Pesantren Benteng Strategis Cegah Teroris

Pengasuh Ponpes Windan Surakarta KH. Dian Nafi, M.Pd saat memberikan materi dalam  hadapan peserta Halaqoh

Gerakan radikalisme sesungguhnya telah berlangsung sejak lama dan bukan sebuah gerakan yang muncul begitu saja, akan tetapi memiliki latar belakang yang sekaligus menjadi faktor pendorong. Radikalisme di kalangan masyarakat bisa muncul karena banyak hal. Salah satunya adalah karena lemahnya pemahaman agama. Umat yang lemah dari segi pemahaman biasanya mudah tergiur dengan bujukan material untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran ...

Baca Artikel »