Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Hatinya di Masjid

Muslim itu Hatinya di Masjid

Muslim itu Hatinya di Masjid (Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)

Muslim itu tidak semata-mata dipotret dari tampilan fisiknya, melainkan hatinya jauh lebih bermakna di sisi Allah, dan Allah pulalah yang Maha Tahu apa yang ada dalam hati seseorang. Manusia diciptakan Allah beragam matapencaharian termasuk perangai luarnya, namun sepanjang hatinya senantiasa sujud kepada Allah maka orang tersebut special di hadapan-Nya. Dalam bahasa agama, orang yang demikian ini dikenal sebagai orang yang hatinya senantiasa di masjid, sekalipun fisiknya ada di bengkel, sekolah, pabrik dan lainnya, sebagaimana isyarat hadis riwayat al- Bukhari berikut ini:

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله الإمام العادل وشاب نشأ في عبادة ربه ورجل قلبه معلق في المساجد ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل طلبته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله ورجل تصدق أخفى حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Saw, Beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, antara lain: (1) Imam atau pemimpin yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dalam beribadah atau melayani Tuhannya, (3) seseorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seseorang yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Masjid adalah tempat bersujud, dalam hadis yang lain diriwayatkan bahwa semua wilayah bumi ini adalah tempat bersujud, maka semua tempat adalah masjid, sebagaimana isyarat hadis riwayar at-Turmudzi berikut ini:

عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الأرض كلها مسجد إلا المقبرة والحمام 

Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: bumi secara keseluruhannya merupakan masjid (tempat bersujud) kecuali pekuburan dan kamar kecil

Makna luas dari seseorang yang hatinya bergantung di masjid adalah orang-orang yang tidak pernah melepaskan diri untuk bersujud kepada Allah, artinya fisik boleh di mana-mana, namun hati tetap di masjid, pekerjaaan, aktifitas maupun pembicaraan boleh muncul ke permukaan sepanjang dikontrol hati yang senantiasa sujud kepada Allah. Insyaallah jika umat Islam mengamalkan hal ini, seluruh aktualisasinya akan baik-baik saja serta berdampak baik kepada diri dan lingkungannya.

Ayo saudaraku sesame muslim, silahkan bekerja menjadi apapun di dunia ini, namun jadikan control pekerjaan dan aktivitasmu adalah hati yang senantiasa sujud kepada Allah Swt. Selain di dunia ini akan terasa damai, insyaallah di akhirat mendapat perlindungan khusus dari Nya, amin.

Tentang fkptjateng