Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Terus menerus Melayani Allah

Muslim itu Terus menerus Melayani Allah

Muslim itu Terus menerus Melayani Allah (Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)

Muslim itu menyadari dirinya sebagai pelayan Allah, maka di manapun dan kapanpun muslim berada tidak lain dalam rangka melayani Allah Swt., dank arena kesetiaan ini pula Nabi Saw menjanjikan perlindungan untuk hamba Allah yang setia ini sebuah perlindungan yang benar-benar dibutuhkan nanti saat tidak ada perlindungan akan hal tersebut kecuali dari Allah Swt., sebagaimana isyarat hadis riwayat al- Bukhari berikut ini:

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله الإمام العادل وشاب نشأ في عبادة ربه ورجل قلبه معلق في المساجد ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل طلبته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله ورجل تصدق أخفى حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Saw, Beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, antara lain: (1) Imam atau pemimpin yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dalam beribadah atau melayani Tuhannya, (3) seseorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seseorang yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Al-Qur’an member isyarat bahwa manusia dan jin benar-benar diciptakan Allah untuk menjadi pelayan Allah atau mengabdi hanya kepada-Nya, sebagaimana tertuang dalam Qs adz-Dzariyat ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Yang namanya melayani Allah, berarti ada kesediaan penuh untuk menjalankan apa saja yang menjadi tuntutan atau perintah Allah, demikian pula apa yang dilarang oleh-Nya sanggup ditinggalkan dengan tanpa ada beban (keinginan yang berbeda dari tuntutan Allah tersebut).

Makna melayani Allah bukan semata-mata tinggal di masjid, melakukan ritual semata, sebab Allah perintahkan manusia untuk mempelajari karyaNya yang terbentang di alam semesta, Allah perintahkan pula untuk menyusuri sudut-sudut bumi guna menjemput rizki Allah di dalamnya, maka orang yang mencari nafkah di manapun berada semata-mata memenuhi perintah Allah inipun bentuk pelayanan setia kepada-Nya,

Ayo saudaraku sebangsa dan setanag air, khususnya saudara seiman, mari kita layani Allah melalui pendekatan diri kepada-Nya (ibadah atau ritual), namun jangan pula mengabaikan perintahNya untuk memperhatikan nasib dunia. Artinya berimbanglah dalam melayani Allah antara menjalankan perintah tapi juga menjauhi larangannya, melayani Allah dalam hal untuk memuji hanya kepada-Nya diimbangi menjalankan perintahnya untuk bekerja keras. Semoga kita dicatat oleh-Nya sebagai hamba-hamba-Nya yang setia sehingga kelak mendapatkan perlindungan dari-Nya. Amin.

Tentang fkptjateng