Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Menggembirakan

Muslim itu Menggembirakan

Muslim itu Menggembirakan (Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)

 

Muslim itu memiliki tugas menyeru kepada kebajikan sebagaimana misi Nabi Saw juga, namun cara-cara yang digunakan dalam dakwah adalah cara-cara yang menggembirakan, sebagaimana isyarat hadis riwayat al- Bukhari berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال إن الدين يسر، ولن يشاد أحد الدين إلا غلبه، فسددوا وقاربوا وأبشروا واستعينوا بالغدوة والروحة وشيء من الدلجة

Dari Abu Hurairah Ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: sungguh agama itu mudah, tiada seseorangpun yang terlalu memperberat (berlebihan) kecuali ia akan kualahan, karenanya berlaku luruslah kalian (sesuai aturan saja, tidak menambah atau mengurangi), kabarkan oleh kalian hal hal yang menggembirakan, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah)  saat pagi, sore maupun petang (setiap saat).

Nabi Muhammad Saw sendiri disebut dalam al-Qur’an sebagai penyampai kabar gembira selain ditunjuk sebagai pembawa peringatan, sebagaimana tertuang dalam Qs al-Ahzab ayat 45-46

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا * وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

Wahai nabi, sungguh Kami kirim kamu sebagai syahid (saksi kehidupan ummat), mubasysyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan), da’i (penyeru) kepada Allah atas izin-Nya serta sebagai siraj (lentera) yangg menerangi

Sesuai dengan sebutan pembawa kabar gembira, seharusnya mereka yang bertemu dengan Nabi Saw juga bertemu para pengikutnya serasa mendapat angin segar karena berita gembira yang mereka bawa dari Allah Swt.

Uniknya, banyak ekspresi umat Nabi Saw yang ditangkap manusia pada umumnya sebagai ancaman, sebagaimana masa Rasulullah Saw, sekalipun pada masa beliau, serangan musuh-musuhnya direspon tetap dengan sesuatu yang mendamaikan. Sebaliknya ummatnya saat ini sama-sama mendapatkan serangan dari mereka yang tidak menyukai Islam bukan karena ajarannya semata, melainkan cara-cara dakwahnya yang mengundang ketegangan semakin tinggi direspon dengan amarah dan kebencian serupa sehingga kegembiraan yang didakwahkan terkesan menakutkan dan membuat orang lain menjauh.

Ayo saudaraku, terutama pelanjut dakwah Nabi Saw, kita tunjukkan bahwa dakwah kita adalah sesuatu yang menggembirakan, menyenangkan, bukan semata-mata dalam ucapan maupun tindakan melainkan dalam contoh atau model kehidupan, seperti lingkungan yang akrab dengan dunia belajar karena ajaran pertama setelah ketauhidan adalah membaca, kita tunjukkan pada dunia, di mana umat Islam berada, maka dunia ilmu berkembang di dalamnya. Mari kita tunjukkan Islam yang bersih, mengingat konsern ulama sejak awal adalah masalah thaharah (bersuci) sebelum membahas yang lainnya, maka ketika tempat-tempat di duduki umat Islam maka di daerah itu pula kebersihan terjaga dengan baik. Ayo kita tunjukkan bahwa umat Islam itu membangun persaudaraan, dengan ditunjukkan keramahan, senyuman, sapaah, bantuan dan lainnya semata karena Allah bukan pamrih duniawi.

Tentang fkptjateng