Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Beragama yang mudah

Muslim itu Beragama yang mudah

Muslim itu Beragama yang mudah (Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)

Muslim itu menjalankan agama yang mudah, artinya bukan agama yang berat, sebab agama ini dibebankan sesuai dengan kemampuan manusia seluruhnya, tidak ada yang sulit, baik untuk tua, muda, kaya, miskin, pejabat, rakyat jelata, dalam kondisi lapang, sempit dan lainnya, dalam semua kondisi tersebut agama ini dapat dijalani umat manusia, sebagaimana isyarat hadis riwayat al- Bukhari berikut ini:

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال إن الدين يسر، ولن يشاد أحد الدين إلا غلبه، فسددوا وقاربوا وأبشروا واستعينوا بالغدوة والروحة وشيء من الدلجة


Dari Abu Hurairah Ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: sungguh agama itu mudah, tiada seseorangpun yang terlalu memperberat (berlebihan) kecuali ia akan kualahan, karenanya berlaku luruslah kalian (sesuai aturan saja, tidak menambah atau mengurangi), kabarkan oleh kalian hal hal yang menggembirakan, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah)  saat pagi, sore maupun petang (setiap saat).
Beragama khususnya beragama Islam seperti yang digambarkan Rasulullah Saw merupakan sesuatu yang ringan, mudah, namun sering kali kita melihat praktek beragama yang cenderung mengada-ada sehingga sedemikian rumit dan hanya milik orang tertentu, sementara yang lainnya hanya cukup mengekor di belakangnya. Di sisi lain ada  pula yang enggan melakukan ketentuan agama, padahal semua itu mudah dibandingkan dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya berupa kehidupan, kesehatan, kesempatan dan lainnya yang keseluruhannya tidak dapat mereka dapatkan dari selain-Nya.

 

Betapa tidak ringan, inti beragama adalah meyakini Allah sebagai Tuhannya yang telah menciptakan dirinya berikut alam semesta ini, isi sesuatu yang simple, memang ada pencipta alam semesta selain Dia. Agama ini menuntut kita bertaqarrub kepada-Nya melalui Shalat yang hanya membutuhkan 150-60 menit (antara 30 menit sampai 1 jam paling lama) dari 24 jam yang Allah berikan, zakat hanya 2,5 % dari kelebihan simpanan kita setiap tahun lebih ringan dari pajak penghasilan sekitar 10-15%. Dalam konteks akhlak, Allah hanya minta untuk diam sekiranya tidak bisa bicara yang baik. Dan Sejumlah amalan yang ringan dalam beragama ini.

Bahkan dibeleik ketentuan di atas, Allah dan rasul-Nya pun memberikan sejumlah rukhshah (keringanan) sesuai kemampuan, seperti membayangkan Allah sangat sulit, rasakan bahwa Allah sedang mengawasi kita, dalam hal beribadah ideal tidak dapat dilakukan, maka dilakukan sesuai kemampuan, seperti wudlu tidak menemukan air maka dengan tayamum (memakai debu), shalat tidak dapat berdiri maka dapat dilakukan dengan duduk, puasa tidak mampu bisa dibayarkan fidyah, hingga hajipun dituntut bagi yang memiliki kemampuan perjalanan dan seterusnya.

Ayo saudaraku banyak-banyaklah merenungkan antara kewajiban kita beragama ini dengan hak-hak yang kita peroleh dari Sang pencipta alam semesta dan seisinyai, setelah itu laksanakan semua kewajiban beragama dengan baik, insya Allah hidup semakin indah, dan hal itu bukan sesuatu yang sulit, jika kita beragama dengan benar. Sebaliknya, jika kita tidak melaksanakan ketentuan agama, maka hidup akan terasa kering, demikian pula jika hidup beragama secara berlebihan (menambah sendiri cara-cara beragama dari apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya), maka kehidupanpun menjadi tidak seimbang.

Tentang fkptjateng