Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Event » FKPT Jateng dan KNPI Kedu Deklarasi Antiterorisme
img_9685

FKPT Jateng dan KNPI Kedu Deklarasi Antiterorisme

img_9685Aksi terorisme yang terus muncul di wilayah NKRI membuat berbagai pihak prihatin, lantaran bisa merongrong kedaulatan bangsa dan mengoyak persatuan yang ada. Karena itu perlu dilakukan penanggulangan sejak dini di berbagai sendi kehidupan terutama membentengi kaum muda. Hal itu seperti dilakukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng yang menggandeng Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Jateng.

Salah satunya penandatanganan kerja sama dengan DPD KNPI se-Eks Karasidenan Kedu di Kampung Sawah Temanggung, Rabu (4/4). Lima puluh pemuda utusan dari DPD KNPI Temanggung, DPD KNPI Magelang, dan Kota Magelang, DPD KNPI Wonosobo, DPD KNPI Purworejo, DPD KNPI Kebumen dan Pengurus FKPT Jateng melakukan deklarasi antiradikalisme dan terorisme.

Mereka juga melakukan diskusi mencari solusi hingga mencari akar permasalahan kenapa bisa muncul radikalisme dan terorisme di Indonesia. Ketua FPKT Jateng Dr Budiyanto menuturkan, peran pemuda dalam pencegahan radakalisme dan terorisme sangat penting. Sebab, yang rawan disusupi paham radikal adalah generasi muda. Karena itu, pihaknya menggandeng KNPI yang merupakan wadah organisasi pemuda dan berhimpunnya organisasi kepemudaan untuk terus memberikan pemahaman akan bahaya radikalisme dan terorisme. ’’Jangan biarkan begitu saja, jangan dikasih ruang sedikit pun terorisme masuk. Mari kita bentengi diri kita, keluarga dan warga kita, jangan sampai dimasuki atau terlibat terorisme.

Agama sering dijadikan alasan melakukan pembenaran sepihak dan menyalahkan yang tidak sepaham, padahal tidak ada agama mengajarkan terorisme tentu semua agama mengajarkan kebaikan, kasih sayang,” katanya.

Berdialog

Mantan Ketua DPD KNPI Jateng itu menuturkan, pihaknya telah berdialog dengan 94 napi terorisme. Dari sekian banyak mereka, rata-rata alasan pengetahuan agama dan persoalan sosial ekonomi namun paling dominan faktor ekonomi atau kemiskinan. “Saya sudah dialog dengan eksnapi terorisme, dan dapat saya simpulkan mereka begitu karena pemahaman agama yang sempit, jadi faktornya miskinnya pemahaman, termasuk miskinnya ekonomi sehingga mereka menjadi nekat dan mudah dibujuk. Semua yang tak sepaham dianggap musuh, padahal sejak dulu Indonesia itu ada karena adanya perbedaan dan itu tidak pernah dijadikan masalah, dan baru akhirakhir ini perbedaan itu dijadikan masalah,” katanya.

Untuk mencegah masuknya paham terorisme di Jateng, pihaknya menggandeng Kemenag Jateng dengan memaksimalkan peran penyuluh agama dan guru agama. Para penyuluh agama dan guru agama bisa memasukkan materi atau memberikan pehamahan bahaya terorisme kepada siswa.

Ketua DPD KNPI Temanggung Muhammad Masthur menuturkan Temanggung dipilih untuk tempat deklarasi antiterorisme. Sebab, banyak tragedi atau kejadian tangkap pelaku teroris di Temanggung. Menurutnya, dulu tahun 2009 ada penangkapan pelaku teroris di Beji Kedu (K41-45 Suara Merdeka)

Tentang fkptjateng