Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Syukur

Muslim itu Syukur

Muslim itu Syukur (Oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)
Muslim itu Pandai mensyukuri nikmat Allah apapun dan seberapapun, harapannya Allah akan menggolongkannya sebagai hamba-hamba-Nya yang bersyukur, namun indicator hamba Allah yang bersyukur ketika mensyukuri atau berterima kasih kepada perantara nikmat Allah tersebut, sebagaimana isyarat hadis riwayat Ahmad berikut ini:
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قاللا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ
Dari Abu Hurairah Ra. Bahwa Nabi Saw bersabda: tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.
Hadis ini mengisyaratkan bahwa semua nikmat datangnya dari Allah, namun Allah berikan dengan melalui perantaranya yaitu manusia, seperti seorang anak dijamin rizkinya oleh Allah melalui ASI ibunya, seorang pegawai menerima rizki dari Allah melalui bendahara perusahaan tempat ia bekerja dan seterusnya. Artinya bukan berarti tidak mungkin Allah mampu memberikan langsung rizki-rizki tersbut, melainkan Allah berikan melalui sunnatullah, sehingga Allah tidak secara langsung menyusui anakanak, membayar gaji karyawan dan layanan teknis lainnya, melainkan melalui hukum hukum yang berlaku di dunia ini.
Berdasarkan isyarat hadis tersebut, sudah saatnya kita tumbuhkan tradisi berterima kasih kepada perantara rizki Allah tersebut agar tercatat sebagai hamba-Nya yang pandai bersyukur, seperti berterima kasih kepada ibu bapak, berterima kasih kepada lembaga tempat ia bekerja, berterima kasih kepada siapapun yang menjadikan perantara nikmat Allah dapat kita rasakan.
Semangat bersyukur ini juga ditegaskan Al-Qur’an sebagaimana tertuag pada Qs al-Baqarah ayat 152 termasuk ancaman bagi yang mengingkarinya
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ ﴿١٥٢﴾
Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.
Nabi Muhammad Saw-pun yang telah diberi jaminan ampunan dari Allah masih terus melakukan shalat sebagai wujud syukur atas banyaknya nikmat tersebut, artinya bagi umatnya yang jelas-jelas belum ada jaminan ampunan dan surga, seharusnya lebih gencar lagi untuk bersyukur kepadaNya, sebagaimana kutipan al-Bukhari dari Aisyah istri Nabi, beliau menceritakan:
كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، إذا صلَّى ، قام حتى تفطَّر رجلاه . قالت عائشةُ : يا رسولَ اللهِ ! أتصنعُ هذا ، وقد غُفِر لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخَّرَ ؟ فقال ” يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا
Rasulullah Saw jika melakukan shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengerasAisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankah dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?
Ayo saudaraku banyak bersyukur kepada Allah, jangan lupa berterima kasih kepada perantara karunia Allah tersebut, Insyaallah karunianya akan senantiasa bertambah bagi hamba-Nya yang bersyukur

Tentang fkptjateng