Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Tak Berkategori » Muslim itu Bersedekah

Muslim itu Bersedekah

Muslim itu Bersedekah (oleh: Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i)

Muslim itu Bersedekah, artinya senantiasa memberi bukan menuntut, sebagaimana isyarat Hadis Riwayat Imam Muslim, bahwa Nabi Saw menyampaikan bahwa pada pundak setiap muslim ada tanggungjawab untuk sedekah, seberapapun yang dia bisa berikan dan dalam bentuk apapun, apakah materi, tenaga, pikiran dan lainnya, sebagaimana berikut ini:

عَنِ عبد الله بن قيس بن سليم عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ ” ، قِيلَ : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يَجِدْ ؟ ، قَالَ : يَعْتَمِلُ بِيَدَيْهِ ، فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ ، قَالَ : قِيلَ : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ ؟ ، قَالَ : يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ ” ، قَالَ : قِيلَ لَهُ : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ ؟ ، قَالَ : يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ أَوِ الْخَيْرِ ، قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يَفْعَلْ ؟ ، قَالَ : يُمْسِكُ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ

Dari Abdullah bin Qais bin Sulaim dari Nabi Saw, beliau bersabda: Pada setiap muslim (kewajiban) sedekah, beliau ditanya: bagaimana pendapatmu jika ia tidak mendapati (sesuatu untuk disedekahkan), beliau bersabda: meminta pekerjaan dengan usaha sendiri lalu mengambil manfaat (dari pekerjaan itu) untuk dirinya dan mensedekahkan (untuk yang lain), ia berkata: beliau ditanya: apa pandanganmu jika ia tidak memiliki kemampuan?, beliau bersabda: ia menolong orang yang memiliki kebutuhan namun kesulitan, ia berkata: beliau ditanya lagi: apa pendapatmu jika orang tersebut juga tidak mampu?, beliau bersabda: ia serukan (orang lain) akan kemakrufan atau kebaikan, ia berkata: apa pendapatmu jika ia tidak dapat melakukan itu?, beliau bersabda: ia kendalikan dirinya dari berbuat jahat maka itu merupakan sedekahnya.

Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa salah satu perintah agama khususnya bagi mereka yang beriman untuk mensedekahkan sebagian hartanya, sebagaimana termuat dalam Qs al-Baqarah ayat 254

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang yang beriman, berinfaklah kamu atas sebagian rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang tidak ada jual beli lagi dan tidak ada lagi persahabatan serta syafa’at kecuali atas izin Allah.”

Negeri Indonesia ini dikenal masyarakatnya ramah-ramah dan suka memberi, seiring dengan kesejahteraan semakin meningkat justru filantropi tersebut telah mulai kendur, bukannya memberi, bahkan peminta semakin meraja lela di mana-mana, tak jarang di antaranya menggunakan kekerasan, seperti pencopetan, penjambretan, pencurian, perampokan dan lainnya, bahkan usaha untuk mengambil harta orang lain dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informatika yang semakin canggih, seperti skimming, pembobolan data bank dan lainnya.

Kemiskinan menguji seseorang untuk bekerja keras untuk bangkit dari kemiskinan atau cukup mengandalkan pihak lain, apakah dijemput dengan memelas atau dijemput dengan kekerasan.

Ayo sesame anak bangsa, kita tumbuhkan filantropi anak bangsa ini, semoga kejayaan dan nama besar bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan suka memberi ini dapat terlihat kembali di negeri ini, amin..ayo sedekah..sedekah dan sedekah lagi.

 

Tentang fkptjateng