Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Perempuan Jateng “Turun ke Jalan” Tolak Radikalisme
Aksi perempuan Jawa Tengah di jalan protokol Semarang beberapa waktu lalu.
Aksi perempuan Jawa Tengah di jalan protokol Semarang beberapa waktu lalu.

Perempuan Jateng “Turun ke Jalan” Tolak Radikalisme

Aksi perempuan Jawa Tengah di jalan protokol Semarang beberapa waktu lalu.

Aksi perempuan Jawa Tengah di jalan protokol Semarang beberapa waktu lalu.

Puluhan ibu-ibu berdiri di pinggir jalan MT Haryono Semarang. Mereka membawa poster-poster atraktif dan membagi bunga mawar warna merah dan putih. Peremuan Jateng Tolak Radikalisme, Perempuan Jawa Tengah Cinta NKRI, Pancasila Yes Terorisme No. Begitu beberapa tulisan poster yang dibawa oleh ibu-ibu.
Ternyata mereka adalah sekumpulan perempuan dari berbagai organisasi perempuan di Jawa Tengah yang baru saja mengikuti kegiatan Rembuk Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Hotel Star Semarang, Kamis (26/10).
Ketua FKPT Jawa Tengah H. Najahan Musyafak yang juga ikut mendampingi ibu-ibu tersebut turun ke jalan mengatakan bahwa kegiatan Rembuk Perempuan bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada kaum perempuan tentang bahaya radikalisme di masyarakat.
“Perempuan memiliki peran penting dalam pencegahan terorisme di Indonesia. Kasus Aditya, anak dari Kecamatan Ngaliyan yang tertembak di Tuban karena dugaan terorisme, menjadi tragedi bersama. Ibunya tak mengira kalau anak yang baru berumur 19 tahun sudah terpapar gerakan radikal. Saat itu ibunya mengijinkan anaknya tersebut pergi karena izinnya mau mengikuti seminar di Malang. Coba kalau ibunya jeli, mau tanya-tanya lebih dalam terkait kegiatan yang diikuti, mungkin Aditya tidak akan menjadi korban” papar Najahan.
Menurut Najahan itu adalah contoh kecil kontribusi yang bisa dilakukan oleh seorang perempuan. Karenanya pihaknya mengajak untuk merapatkan barisan, perkuat kesatuan. Perempuan harus bergerak bersama untuk turut memberantas gerakan radikal-terorisme. Saya yakin, dengan cara ini, gerakan ekstrimisme akan semakin berkurang.
Rembuk Kebangsaan dengan tema Perempuan Pelopor Perdamaian diikuti oleh 70 peserta yang merupakan utusan dari organisasi perempuan, guru-guru SMA/SMK perempuan, dan anggota Bhayangkari. Organisasi perempuan yang hadir antara lain Muslimat NU, Fatayat, Aisiyah, Perempuan Kristen, Permpuan Katolik, dan lain sebagainya.
Linggar salah seorang peserta Persatuan Wanita Kristen Indoensia mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti kegiatan ini. “Kita diingatkan kembali tentang pentingnya semangat kebangsaan, toleransi, dan semangat persatuan membangun bangsa, terutama melawan radikalisme dan terorisame” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempauan Jateng dan Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Indonesia Mohammad Monib.

Tentang fkptjateng