Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » FKPT Jateng Gelar Literasi Media dengan Insan Pers dan Masyarakat Solo Raya
Prof Irfan Idris (kemeja biru), narasumber, dan pengurus FKPT Jateng  berfoto bersama saat acara pembukaan
Prof Irfan Idris (kemeja biru), narasumber, dan pengurus FKPT Jateng berfoto bersama saat acara pembukaan

FKPT Jateng Gelar Literasi Media dengan Insan Pers dan Masyarakat Solo Raya

Prof Irfan Idris (kemeja biru), narasumber, dan pengurus FKPT Jateng berfoto bersama saat acara pembukaan

Prof.Dr. Irfan Idris, MA. (kemeja biru), narasumber, dan pengurus FKPT Jateng berfoto bersama selepas acara pembukaan


Sejak terbukanya kebebasan informasi dan teknologi media, pertumbuhan media massa dan media baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Media komunikasi yang telah bermetamorfosis menjadi media digital itu perkembangannya semakin beragam-termasuk direpresentasikan oleh pertumbuhan smartphone dan sejenisnya.

Dewasa ini penetrasi berbagai jenis media tersebut telah merambah ke berbagai kalangan dan komunitas di masyarakat, tanpa membedakan strata sosial dan ekonomi. Penggunaan media komunikasi dan sejenisnya telah bergeser menjadi gaya hidup masyarakat.

Media telah mengambil bagian dari peran-peran tertentu di masyarakat, Media juga kemudian menjadi alat propaganda kamum radikal untuk memeperluas jaringannya.

Berangkat dari hal tersebut Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar seminar bertajuk “ Literasi Media Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat”, Kamis (5/10/2017).

Seminar yang berlangsung satu hari tersebut digelar   di ruang Narendra Hotel Dewangsa Hotel Surakarta dan  diikuti sekitar 105 peserta  terdiri dari para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, perwakilan  pendidik, tokoh agama, mahasiswa, dan anggota ormas. Beberapa nara sumber juga dihadirkan, diantaranya berasal dari Dewan pers, PWI Surakarta, dan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut  Direktur Deradikalisasi BNPT Prof. Dr. Irfan Idris MA, unsur Kesbangpolinmas Jateng Dr. Budiyanto, MH, Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana SE MM, dan serta pengurus  lainnya.

Ketua FKPT Jawa Tengah, Dr. H. Najahan Musyafak MA  mengatakan, untuk wilayah Solo Raya secara fakta di lapangan tidak bisa dipisahkan dalam fenomena kasus radikalisme di Indonesia, di mana beberapa diantaranya sering terjadi di wilayah Solo Raya, seperti kota Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali dan Klaten.

“Gerakan radikalisme tidak bisa diperangi, maka solusinya mengajak mereka untuk kembali pada normalitas kehidupan. Oleh karena itu  media, memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarkan dan mempropagandakan nilai-nilai kebhinekaan dan pluralitas masyarakat,“ ungkap Najahan Musyafak dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan dan peserta seminar yang hadir.

Lebih lanjut Najahan Musyafak juga menyatakan bahwa kegiatan serupa secara road show akan digelar secara bergiliran di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Sementara itu, salah satu nara sumber yang dihadirkan adalah Willy Pramudia, jurnalis senior dari Harian Kompas, yang menyatakan bahwa penyampaian informasi dalam suatu media untuk cegah-tangkal terorisme berperan penting.

“Ya, ketika itu orang Indonesia belum menggunakan internet, teroris sudah menggunakannya. Karena itu, literasi media untuk mencegah radikalisme dan terorisme sangat dibutuhkan,” tandas Willy. Ia juga berharap peran media tidak terjerumus hal negatif dan dapat menberitakan berita sesuai fakta yang dapat dipercaya kebenaranya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bidang Pemberdayaan Media Massa, Humas dan Sosialisasi FKPT Jateng. Sehari sebelumya,  FKPT Jateng dan BNPT melakukan kunjungan ke Redaksi Solopos dan  menggelar talkshow tentang pencegahan radikalisme di TATV. (Muslihudin el Hasanudin)

Tentang fkptjateng