Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Jurnalisme Damai Turut Redam Berkembangnya Radikalisme
Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana menyerahkan cinderamata kepada pimpinan Solopos dalam kunjungannya kemarin.
Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana menyerahkan cinderamata kepada pimpinan Solopos dalam kunjungannya kemarin.

Jurnalisme Damai Turut Redam Berkembangnya Radikalisme

  • Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana menyerahkan cinderamata kepada pimpinan Solopos dalam kunjungannya kemarin.

    Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana menyerahkan cinderamata kepada pimpinan Solopos dalam kunjungannya kemarin.

    Media meiliki peran besar dalam mencegah berkembangnya radikalisme dan tindak kekerasan. Propaganda tentang radikalisme bisa dicegah dengan memperbanyak narasi tentang kontra radikalisme, yang dimuat di media baik cetak maupun elektronik. Karenanya media dalam menulis atau menyiarkan berita terorisme harus berhati-hati agar tidak memberikan atribusi, gambaran, atau stigma yang tidak relevan, misalnya dengan menyebut agama yang dianut atau kelompok etnis si pelaku. Kejahatan terorime adalah kejahatan individu atau kelompok yang tidak terkait dengan agama ataupun etnis.
    Jangan sampai diksi-diksi yang dilontarkan oleh pihak tertentu ditelan secara tekstual oleh wartawan . Wartawan harus selalu menyebutkan kata ”terduga” terhadap orang yang ditangkap oleh aparat keamanan karena tidak semua orang yang ditangkap oleh aparat secara otomatis adalah pelaku tindak terorisme. Untuk menjunjung asas praduga tidak bersalah (presumption of innocense) dan menghindari pengadilan oleh pers (trial by the press) wartawan perlu mempertimbangkan penggunaan istilah
    “terperiksa” untuk mereka yang sedang diselidiki atau disidik oleh polisi, “terdakwa” untuk mereka yang sedang diadili, dan istilah “terpidana” untuk orang yang perkaranya telah diputus oleh pengadilan.
    Demikian diungkapkan oleh Willy Pramudya, praktisi media yang juga Anggota Komite Etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) saat mendampingi rombongan pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Teorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) berkunjung ke Kantor Redaksi Solopos, Jl. Adisucipto 190 Surakarta, Rabu (4/10).
    Sekretaris FKPT Jateng Dandan Febri Herdiana  yang memimpin rombongan tersebut mengatakan visit media ini merupakan kegiatan Bidang Pemberdayaan Media Massa, Humas dan Sosialisasi yang dilaksanakan
    dalam dua hari, 4-5 Okt 2017.
    “Hari pertama kami melakukan kunjungan ke kantor Solo Pos Grup dilanjutkan dengan talk show di TA TV. Kegiatan ini bertujuan agar FKPT Jateng bisa menggandeng pihak media cetak, radio dan televisi dalam menyiarkan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk bersama- sama menolak paham radikalisme maupun intoleransi yang sedang marak dikalangan masyarakat terutama kalangan generasi muda. Hari keduanya akan dilaksanakan kegiatan  Literasi Media sebagai upaya cegah tangkal radikalisme dan terorisme yang diikuti oleh unsur wartawan maupun humas dari instansi pemerintahan, TNI, Polri, Mahasiswa, Ormas maupun OKP di Solo Raya” ungkap Dandan

    Sementara itu Pemimpin Redaksi Solopos saat menerima rombongan menyampaikan bahwa Solopos berkonitmen menyajikan berita yang berimbang, objektif, dan tidak akan memberikan fakta yang berpotensi memicu konflik. Apalagi di Solo rawan terjadi kasus terorisme. (Muslihudin el Hasanudin)


Tentang fkptjateng