Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » LDK Kunci Sukses Kampus Tangkal Radikalisme
Ketua FKPT Jateng Dr. H. Najahan Musyafak MA saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara.
Ketua FKPT Jateng Dr. H. Najahan Musyafak MA saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara.

LDK Kunci Sukses Kampus Tangkal Radikalisme

Ketua FKPT Jateng Dr. H. Najahan Musyafak MA saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara.

Ketua FKPT Jateng Dr. H. Najahan Musyafak MA saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara.

FKPT Jawa Tengah dan BNPT menggelar kegiatan bertajuk Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Rabu (13/9). Kegiatan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari aktivis LDK, aktiivis kemahasiswaan, dosen PKn, dan birokrasi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Solo Raya.

Ketua FKPT Jawa Tengah Dr H. Najahan Musyafak dalam sambutannya mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk  mendorong pelibatan LDK sebagai salah satu elemen penting di kampus dan lembaga birokrasi kampus dalam  rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Aktivitas keagamaan di sejumlah kampus-kampus terutama kampus umum  akhir-akhir ini terus meningkat. Peningkatan aktivitas ini disinyalir dapat  menjadi tempat   potensial berkembangnya aktivitas keagamaan yang eksklusif dan radikal.   Hal ini menjadikan perguruan tinggi umum lebih mudah menjadi target rekrutmen gerakan-gerakan radikal. Karenanya FKPT Jawa Tengah memandang perlu menggandeng mahasiswa dan birokrasi kampus untuk bersama-sama mencegah penyebaran gerakan radikal ini” kata Najahan.

Sementara itu Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ir. Hamli, ME yang hadir memberikan sambutan menyampaikan  pentingya sinergitas semua pihak dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

Menurut jenderal bintang satu ini ada beberapa hal yang menjadi factor keberhasilan menanggulani terorisme dan radikalisme. Pertama sinergitas semua komponen bangsa. Salah satunya sinergitas FKPT di daerah yang melaksanakan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat di daerah.

Kedua, menguatkan nilai-nilai lokal. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal merupakan penguat solidaritas masyarakat. Mahasiswa sebagai garda terdepan dan penerus bangsa harus mampu menjaga perdamaian dan menjunjung toleransi di masyarakat.

Hamli juga memaparkan  hasil penelitian Lembaga  Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang   menemukan   pola-pola gerakan radikal di Indonesia salah satunya melalui penyusupan pada organisasi-organisasi kemahasiswaan tingkat kampus yang sebagian besar terdapat di perguruan tinggi non-keagamaan.

Lebih lanjut Hamlli menyanpaikan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme telah dilakukan oleh negara melalui BNPT.  Terorisme bukan persoalan pelaku dan jaringannya tetapi lebih dari itu merupakan ideologi dan keyakinan yang bertentangan dengan ideologi Negara yakni Pancasila.

“Potensi radikalisme dan terorisme di Indonesia belum akan padam  dalam waktu dekat. Tantangan itulah yang membuat kita harus selalu waspada namun tidak panik menghadapinya. Yang diperlukan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman radikalisme adalah dengan kebersamaan. Jika bangsa ini harus kuat, masyarakat berani ,  seluruh komponen  bangsa bersatu padu melawan radikalisme, maka kedamaian akan terjamin” pungkas Hamli .

Acara yang berlangsung sehari tersebut  selain menghadirkan  Brigjen Ir. Hamli ME sebagai narasumber,  juga hadir beberapa pakar dan akademisi kampus antara lain Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harapap, MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNS Prof Dr. Ir. Darsono MSI, Dr. Muhammad Syaiqullah, dan testimoni dari mantan narapidana teroris  Ustad Abu Tholut. (Muslihudin el Hasanudin)

Tentang fkptjateng