Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Pemuda Berperan Cegah Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba
15390996_10209600041370899_4915085216707278442_n

Pemuda Berperan Cegah Terorisme, Radikalisme, dan Narkoba

15390996_10209600041370899_4915085216707278442_nPemuda memiliki peran penting  dan strategis dalam memberdayakan lembaga-lembaga kemasyarakatan di akar rumput  untuk menghadang berkembangnya paham radikalisme dan terorisme serta  mencegar peredaran narkoba yang  jika dibiarkan akan mengancam eksistensi  dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Demikian salah satu butir  kesimpulan  seminar nasional  Pencegahan Radikalisme, Terorisme dan Narkoba Guna Meningkatkan  Kewaspadaan Dini Masyarakat  dalam Rangka Menjaga Persatuan  dan Kesatuan Bangsa yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I Barisan Patriot Bela Negara      ( BPBN ) Provinsi Jawa Tengah  di Balai Desa Banteran Wangon Banyumas, Rabu (14/12).

Tampil sebagai nara sumber dalam seminar yang diikuti 400 peserta itu, masing-masing Syamsul Huda ( Ketua Bidang  Pemberdayaan Humas, Media Madssa dan Sosialisasi FKPT Jawa Tengah ), Ir Benyata , MT (Kepala Pusdiklat  Kementerian Pertahanan RI), Pangeran Timur (Ketua Biro Bela Negara DPW I BPBN Jateng) dan Muhammad Aziz (Ketua Badan Nasional Narkotika Banyumas).

Syamsul Huda yang hadir mewakili  FKPT Jateng dalam  seminar  itu mengingatkan sasaran yang diarah oleh para ideolog  teroris  saat ini selain  selain kalangan muda juga sudah merambah ke kalangan wanita.  Seperti  yang baru terjadi beberapoa waktu lalu, aparat  yang berhasil membongkar rencana pengeboman di istana salah satu di antara terduga teroris  adalah wanita. “Mencegah lebih baik dari menanggulangi. Agar dapat melakukan pencegahan sejak dini maka lembaga-lembaga kemasayarkatan  di akar rumput seperti RT, RW, komunitas-komunitas  berbagai elemen yang komunikasi antar anggotaanya berjalan secara langsung perlu diberdayakan  terutama oleh para kaum mudanya “kata Syamsul.

Karena para anggota lembaga-lembaga inilah yang setiap hari dapat mengenali dan  memantau  setiap gerakan dan mobilitas masyarakat yang ada disekitarnya. Agar proses pemantauan berlangsung elegan maka koordinasi dengan aparat yang berada di paling bawah seperti Babinsa dan  Babinkamtibdes  mutlak diperlukan.

“ Agar dapat  menumbuhkan sikap ini pada diri setiap pemuda  maka   perlu  ada pembekalan praktis bagaimana mewaspadai  gejala-gejala dini  atau awal  atas munculnya benih-benih radikalisme dan teriorisme , selanjutnya dilaporkan  kepada aparat. Jika hal ini dapat dilakukan maka secara tidak langsung pemuda telah berpartisipasi memoersempit ruang gerak berkembangnya paham terorisme dan radikalisme “kata Syamsul.

Sedangkan  Benyata menegaskan pahan terotrisme , radikalisme  dan peredaran  narkoba  merupakan ancaman  yang sangat membahayakan kelestarian bangsa  Indonesia. Ketiga kejahatan luar biasa ini harus dijadikan musuh bersama dan dilawan bersama-sama pula.

“ Mari kita bangun gerakan kesemestaan yang dipelopori oleh anak-anak muda  untuk mencegah teroris dan radikalis . Sekaligus mencegah narkoba “Benyata.

Terakait narkoba, Syamsul mengingatkan,   sebagaimana  gerakan terorisme dan radikalisme  penyalahgunaan narkoba juga termasuk dalam kategori  kejahatan luar biasa atau  extra ordonary.  Analisa yang dilakukan oleh BNN menyebutkan hingga tahun 2015 lalu  sedikitnya 5 juta  lebih penduduk Indonesia  telah mengkonsumsi narkoba yang kalau dibiarkan terus alias tidak tertanggulangi maka kedepan akan akan terjadi  generasi yang hilang atau lost generation. Ïni jangan sampai terjadi  atau menimpa negeri kita “pungkas  Syamsul

Tentang fkptjateng