Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Jateng Sabet Juara I Cerita Terbaik Lomba Video Pendek BNPT
Muthiatun Nur Iftitah, memegang trophy penghargaan
Muthiatun Nur Iftitah, memegang trophy penghargaan

Jateng Sabet Juara I Cerita Terbaik Lomba Video Pendek BNPT

Muthiatun Nur Iftitah, memegang trophy penghargaan

Muthiatun Nur Iftitah, memegang trophy penghargaan

Video pendek  karya MA Maarif NU darul Muttaqien Temanggung   berhasil meraih juara pertama untuk kategori cerita terbaik    dalam Grand Final Lomba Video Pendek bertema Kita Boleh Beda   yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Pusat Perfilman Nasinal Usmar Ismail Jakarta, Jumat (25/11) malam.  Video pendek berjudul Jangan Lengah Adikku  merupakan salah satu dari tiga judul yang mewakili Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng di ajang bergengsi tersebut. Lomba ini menyertakan 643 judul film yang diproduksi   siswa SMA/SMK/MA  dari  32 provinsi  yang pelaksanaan seleksinya di daerah difasilitasi FKPT di 22 provinsi pada tahun 2016.

Selain mendapatkan piala, pemenang  pertama yang diwakili Muthiatun Nur Iftitah, siswa kelas XII IPS MA Maarif NU Darul Muttaqin   Temanggung ini juga mendapatan hadiah uang pembinaan yang diserahkan Deputi I BNPT Mayjen (TNI) Abdurrahman Kadir. Peringkat kedua diraih SMAN 17 Palembang  Sumatera Selatan yang mengusung judul film  Cadar Bukan Teroris  dan pemenang ketiga diraih  SMA  Negeri 2 Tahuna Sangihe Sulawesi  Utara .

Sedangkan untuk kategori video terbaik  masing-masing pemenangnya  diraih film berjudul  Aku Bukan Teroris (SMA Modal Bangsa Aceh)  sebagai pemenang pertama disusul kemudian sebagai pemenang kedua diraif film berjudul Beda Tidak Sama Dengan Salah (SMKN 2 Buduran Sidoarjo Jawa Timur)  dan pememang ketiga film berjudul  Anggakara (SMKN 1 Tempilang Anggakara Provinsi Bangka Belitung) . Pemenang kategori ini  mendapat piala dan dana pembinaan yang diserahkan Kepala BNPT  Komjen Pol Drs H Suhardi Alius , MH.

Selain menetapkan pemenang kategori  cerita terbaik dan video terbaik (best story and  best movie), para anggota dewan juri dari  kalangan pegiat film nasional  yang memberi  penilaian atas karya-karya  film yang diikutsertakan dalam lomba ini juga menetapkan film berjudul  Wicked And yang diproduksi siswa-siswa SMAN 71 Jakarta  sebagai video terfavorit.

Pemilik Masa Depan

Kepala BNPT , Komjen Pol Drs H Suhardi Alius, MH  dalam sambutan sebelum pengumuman pemenang mengatakan kegiatan lomba video pendek  yang diikuti kalangan  siswa SLTA ini merupakan salah satu bagian ikhtiyar BNPT dalam upaya membentengi dan membekali para pemilik masa depan bangsa Indonesia ini dari berbagai kesulitan , gangguan  dan persoalan terutama terorisme dan radikalisme yang akhir-akhir ini mengincar anak-anak muda terutama yang madsuh duduk di  bangku sekolah sebagai obyek sasarannya.

“Sejak dini virus teroris harus kita cegah jangan sampai menjangkiti anak-anak muda kita. Karena itu lewat kegiatan ini kami berupaya dan mengajak kepada seluruh elemen bangsa ini untuk bersama-sama  membangun kesadaran akan pentingnya peletakan nilai-nilai semangat nasionalisme dan  persatuan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Mereka sejak  17 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan sudah mendeklair diri sebagai sebuah kekuatan dalam sebuah ikatan satu nusa, bangsa dan bahasa yakni Indonesia. Ini luar biasa, sebelum penjajah pergi persoalan kebangsaan kita sudah selesai “ kata Suhardi.

Mereka lanjutnya, kala itu, 28 Oktober 1928  berkumpul di Jakarta mewakili pulau-pulau yang didiaminya untuk berikrar membangun negara bangsa yang sangat menghormati perbedaan-perbedaan, mereka kala itu mencari persamaan dengan tetap mempertahankan perbedaan yang ada namun dalam bingkai semangat saling menghormati perbedaan. Segala perbedaan dijadikan  landasan untuk bersatu bukan untuk bermusuhan.

Ketua FKPT Provinsi  Jawa Tengah, Dr HM Najahan Musyafak, MA  memberikan apresiasi  dan mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan  duta Jawa Tengah yang berhasil menyabet juara pertama untuk kategori cerita terbaik. “Atas keberhasilan ini kami mendorong kepada para pimpinan kepala sekolah dan madrasah tingkat SLTA untuk bergandengan tangan bersama-sama membentengi para siswa dari berbagai gerakan  yang dapat merusak nasionalisme siswa-siswinya, termasuk penyusupan virus-virus terorisme dan radikalisme” kata Najahan.

Ke depan , FKPT Jateng mendorong kepada BNPT agar melanjutkan program kegiatan ini. Bahkan diharapkan lomba tidak terbatas pada siswa SLTA saja, tetapi juga menyentuh keikutsertaan para mahasiswa. “ Perluasan basis kepesertaan lomba ini   hampir dapat dipastikan akan semakin menggairahkan kalangan muda untuk memposisikan terorisme dan radikalisme  sebagai sesuatu yang tidak laku dan tidak popular sehingga dijauhi generasi muda “ kata Najahan (Syamsul)

Tentang fkptjateng