Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » SMP-SMA Semesta Gunungpati Tidak Terkait Organisasi Terorisme
Pengurus FKPT Jateng berfoto bersama siswa dan guru SMP-SMA Semesta seusai melakukan kunjungan.
Pengurus FKPT Jateng berfoto bersama siswa dan guru SMP-SMA Semesta seusai melakukan kunjungan.

SMP-SMA Semesta Gunungpati Tidak Terkait Organisasi Terorisme

Pengurus FKPT Jateng berfoto bersama siswa dan guru SMP-SMA Semesta seusai melakukan kunjungan.

Pengurus FKPT Jateng berfoto bersama siswa dan guru SMP-SMA Semesta seusai melakukan kunjungan.

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng Drs H Najahan Musyafak MA mengatakan, bahwa berdasarkan hasil kunjungan dan kajian pihaknya, SMP-SMA Semesta Semesta Gunungpati tidak terkait organisasi terorisme. Terutama organisasi terorisme yang melakukan kudeta di Turki, Organisasi Teroris Fethulah(FETO).Dosen Universitas Islam Negeri(UIN) Walisongo Semarang ini lalu memaparkan hasil kajian pihaknya.”Kami menyimpulkan sama sekali tidak ada kaitan dengan organisasi teroris Fethulah(FETO). Hal ini dibuktikan, pertama, sikap SMP-SMA Semesta Gunungpati yang terbuka kepada siswa dari berbagai kalangan. Kedua, pluralitas dari sekolah tersebut yang dijunjung tinggi. Ketiga, tidak ada pelajaran atau pendidikan yang mengindikasikan makar. Artinya, pendidikan seperti pada umumnya yang menjunjung tinggi NKRI,”kata Najahan Musyafak kepada para wartawan, Rabu(3/8).

Sebelumnya, rombongan FKPT Jateng dipimpin Najahan Musyafak, mengadakan kunjungan dan kajian terhadap SMP-SMA Semesta yang masuk dalam daftar sembilan sekolah dugaan penganut paham organisasi terorisme Fethulah(FETO). Rombongan terdiri dari Najahan Musyafak (Ketua), didampingi Dandan Febriana SE MM (Sekretaris), Dr H Hasan Ashari Ulamay M.Ag (Bendahara), Dr Budiyanto SH MH(Ka Bidang Hukum,Ekonomi,Sosial,Budaya), Drs Syamsul Huda MSi (Ka Bidang Pemberdayaan Media Masa, Humas, dan Sosialisasi), dan Dr Retno Mawarini S SH MHum( Ka Bidang Kajian dan Penelitian). Mereka diterima Moh Haris SE MSi Kepala Sekolah (SMP-SMA) Semesta Gunungpati di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Najahan Musyafak melakukan sosialisasi dan tujuan kunjungan ke SMP-SMA Semesta Gunungpati. Menyusul Moh Haris menjelaskan sejarah dan keterkaitan antara sekolah dengan PASIAD, lembaga sosial yang dibangun para pengusaha di Turki untuk membantu kegiatan pendidikan di Asia Tenggara.”Sekolah ini didirikan tanggal 6 Mei 1999, dan menempatkan PASIAD sebagai sister school. Kemudian karena ada aturan baru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014, bahwa kerjasama antara sekolah dengan lembaga pendidikan asing harus berakhir. Maka pada bulan November 2015, SMP-SMA Semesta Gunungpati sudah tidak lagi menjalin kerjasama dengan PASIAD,”kata Moh Haris.

Moh Haris menambahkan, bahwa sistem pendidikan di sekolah yang dipimpinnya adalah sistem pendidikan nasional.”Kami bahkan punya siswa dari berbagai daerah yang berbeda agamanya. Jadi tidak seluruhnya, muslim. Karena sekolah ini bukan sekolah agama. Sekolah ini sekolah swasta nasional dengan sistem asrama bagi para muridnya,”tambahnya.

Rombongan FKPT Jateng kemudian diajak berkeliling ke sejumlah ruangan, seperti ruang kelas, ruang administrasi, ruang guru, hingga dapur untuk memasak makanan bagi siswa yang tinggal di asrama sekolah tersebut.”Kedatangan rombongan dari FKPT Jateng justru memotivasi kami untuk terus melanjutkan kegiatan pendidikan di sekolah ini. Sebelumnya, kami dan guru serta karyawan sempat bingung dengan informasi tentang rencana penutupan sembilan sekolah yang diduga terkait jaringan terorisme Fethulah,”tandas Moh Haris.
(Nugroho Wahyu Utomo/ CN40/ SM Network)

Tentang fkptjateng