Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Film Dianggap Bisa Jadi Propaganda Kaum Radikal
Ketua FKPT Jateng  H. Najahan Musyafak saat memberikan sambutan dalam kegiatan dialog
Ketua FKPT Jateng H. Najahan Musyafak saat memberikan sambutan dalam kegiatan dialog

Film Dianggap Bisa Jadi Propaganda Kaum Radikal

Ketua FKPT Jateng  H. Najahan Musyafak saat memberikan sambutan dalam kegiatan dialog

Ketua FKPT Jateng H. Najahan Musyafak saat memberikan sambutan dalam kegiatan dialog

SEMARANGSUARA MERDEKA– Keterlibatan kaum muda dalam pusaran ideologi radikalisme dan terorisme keagamaan merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah banyak beredarnya film-film pendek yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Film sering dijadikan media propaganda kaum radikal.

Kasus Gafatar adalah salah satunya. Korban tipu daya Gafatar jumlahnya mencapai jutaan orang,’’ ungkap Muslih Nasoha, Kabag Kepegawaian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di hadapan para peserta “Dialog Film sebagai Penyebar Gagasan Damai bagi Pemuda dan Perempuan” di Jateng di Hotel Semesta Semarang, belum lama ini.

Pada acara yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng dan BNPT ini diiikuti oleh pelajar, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa di Jateng. Menurut dia, film mempunyai pengaruh dan imbas yang luar biasa dalam kehidupan terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Nasoha.

Gara-gara film antarkelompok dalam masyarakat bisa terjadi benturan. Orang bisa saja terpengaruh, kehilangan akal sehat dan bertindak di luar kewajaran. “Perubahan perilaku keagamaan ini memang luar biasa dampaknya terhadap pola pikir anggotanya,” ungkapnya.

Para orang tua harus waspada dan membentengi anaknya agar tidak terpengaruh paham ini. Karena kalau sudah masuk, mereka tidak akan mengakui lagi orang tuanya. Orang tua akan dianggap orang lain

Sangat Strategis

Karenanya Nasoha menilai, lomba video pendek dan dialog ini sangat strategis. BNPT pun sangat mendukung sekali. “Generasi muda harus dilindungi dari paham radikal, karena di pundak merekalah estafet kepemimpinan bangsa ini akan diteruskan,” ungkapnya.

Tercatat 18 judul video ambil bagian dalam ajang ini. Ke 18 judul tersebut merupakan karya anak-anak muda dari 15 sekolah SMA/MA/SMK di Jawa Tengah.

Di antaranya dari Kota Semarang, Kab Demak, Kab Temanggung, Kab. Magelang, Kab. Purworejo, Kab. Purbalingga, dan Kab. Kebumen. Adapun, tiga lembaga pendidikan Maarif NU mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional.

Ketiga lembaga tersebut adalah MA Darul Muttaqien Temanggung (Juara 1), SMK Maarif NU VIP Kemiri Purworejo (Juara 2), dan MA Al Irsyad Gajah Kab Demak.

Ketua FKPT Jateng H Najahan Musyafak mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat terutama generasi muda.

Di samping itu ajang ini juga merupakan media yang sangat tepat untuk memberi penyadaran kepada generasi muda pentingnya menghargai perbedaaan, kewaspadaan akan bahaya radikalisme dan terorisme di tanah air. (K3-91)

Tentang fkptjateng