Templates by BIGtheme NET
Terbaru
Rumah » Event » Film Sering Dijadikan Media Propaganda Kaum Radikal
Dr. Muslih Nasoha saat membuka kegiatan dialog yang digelar oleh FKPT Jateng baru-baru ini
Dr. Muslih Nasoha saat membuka kegiatan dialog yang digelar oleh FKPT Jateng baru-baru ini

Film Sering Dijadikan Media Propaganda Kaum Radikal

Dr. Muslih Nasoha saat membuka kegiatan dialog yang digelar oleh FKPT Jateng baru-baru ini

Dr. Muslih Nasoha saat membuka kegiatan dialog yang digelar oleh FKPT Jateng baru-baru ini

Keterlibatan kaum muda dalam pusaran ideologi radikalisme dan terorisme keagamaan merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah banyak beredarnya film-film pendek yang  tidak bisa dipertanggungjawabkan  Film sering dijadikan media propaganda kaum radikal. Kasus Gafatar adalah salah satunya. Korban tipudaya  Gafatar  jumlahnya mencapai jutaan orang. Pelakunya sampai sekarang belum ada satu pun yang bertanggung jawab. Dan anehnya yang jadi korban tidak merasa dirugikan. Sangat dan sangat teracuni otaknya. Hidupnya nggak jelas, kedepannya juga nggak jelas.

Demikian dikatakan oleh Dr. H.Muslih Nasoha MA, Kabag Kepegawaian BNPT di hadapan para peserta Dialog Film sebagai Penyebar Gagasan Damai bagi Pemuda dan Perempuan di Jateng Kamis (16/7) di Hotel Semesta Semarang. Acara yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng dan Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini diiikuti oleh pelajar, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa di Jateng.

Lebih lanjut Nasoha mengatakan film mempunyai pengaruh dan imbas yang luar biasa dalam kehidupan terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Gara-gara film antarkelompok dalam masyarakat bisa terjadi benturan. Gara-gara film orang bisa terpengaruh pikirannya, kehilangan akal sehat, dan  bertindak di luar kewajaran” ungkap Nasoha.

Hal lain yang  tidak kalah mengkhawatirkan  menurut Nasoha  adalah perubahan perilaku keagamaan. ISIS, NII, dan Gafatar adalah contoh-contoh yang nyata. Kelompok-kelompok ini selalu berkeyakinan yang paling benar, orang lain salah. Yang lain bit’ah, bit’ah dolalah, dolalah bit’ah.  Para orang tua harus waspada dan membentengi anaknya agar tidak terpengaruh paham ini. Karena kalau sudah masuk , maka mereka tidak akan mengakui lagi orang tuanya. Orang tua akan dianggap orang lain.

Karenanya Nasoha menilai kegiatan lomba video pendek dan dialog ini sangat strategis. BNPT sangat mendukung sekali. Generasi muda harus dilindungi dari paham radikal, karena di pundak merekalah estafet kepemimpinan bangsa ini akan diteruskan. (Muslihudin el Hasanudin)

Tentang fkptjateng