Templates by BIGtheme NET
Rumah » Event » Serunya Penjurian Lomba Video Pendek
Koordinator Pemuda dan   Perempuan  Subdirektoral Kewaspadaan BNPT Fachrudin memberikan pengarahan sebelum penjurian (foto dindin)
Koordinator Pemuda dan Perempuan Subdirektoral Kewaspadaan BNPT Fachrudin memberikan pengarahan sebelum penjurian (foto dindin)

Serunya Penjurian Lomba Video Pendek

Koordinator Pemuda dan Perempuan Subdirektoral Kewaspadaan BNPT Fachrudin memberikan pengarahan sebelum penjurian (foto dindin)

Koordinator Pemuda dan Perempuan Subdirektoral Kewaspadaan BNPT Fachrudin memberikan pengarahan sebelum penjurian (foto dindin)

Forum Koordinasi  Pencegahan Terorisme (FKPT)  Jateng dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar penjurian lomba video pendek “Kita Boleh Beda” Rabu (15/7). Bertempat di Ruang Ceramic 2 Hotel Semesta Semarang, kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Pemuda dan   Perempuan  Subdirektoral Kewaspadaan BNPT Fachrudin, Ketua FKPT Jateng   H. Najahan Musyafak, pengurus FKPT, dan panitia kegiatan.

Dewan juri terdiri dari berbagai unsur di antaranya pegiat sineas nasional  yakni   Nohara Swastika, pegiat sineas lokal  dari rumah produksi Dreamlight World Media Landung Y Saptoto, dan   unsur  Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Arif Suharsono.

Ketua FKPT Jateng H. Najahan Musyafak mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat terutama generasi muda. Di samping itu ajang ini  juga merupakan media  yang sangat tepat untuk  memberi penyadaran kepada generasi muda pentingnya menghargai perbedaan.

Sementara itu Fachrudin mengatakan bahwa  Lomba Video Pendek  adalah medium yang tepat  untuk berkomunikasi dengan anak-anak muda dan  pelajar.  “Anak muda memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang tua, maka pendekatannya juga harus berbeda juga. Salah satunya adalah dengan lomba video pendek ini. Besoknya akan digelar nonton bareng film Mata Tertutup. Dan berikutnya akan digelar dialog yang bisa menggugah kesadaran dan semangat mereka untuk cinta tanah air, menghargai keberagaman dan perbedaan” ungkap Fachrudin.

Sebanyak delapan belas judul  dari lima belas sekolah ambil bagian dalam Lomba Video Pendek “Kita Boleh Beda” ini. Kedelapan belas judul tersebut merupakan karya anak-anak muda dari  siswa  SMA/MA/SMK di   Kota Semarang, Kab. Demak, Kab Temanggung, Kab. Magelang, Kab. Purworejo, Kab. Purbalingga, dan Kab. Kebumen.

Arif  Suharsono salah seorang dewan juri seusai memberikan penilaian mengatakan bahwa  potensi anak-anak sangat  luar biasa. “ Kemampuan     eksplorasi mereka  sungguh di luar dugaan.  Tema-tema yang diangkat begitu luas. Tidak hanya masalah terorisme tapi menyasar dimensi lain yang sangat dalam. Ini adalah potensi  besar yang harus terus kita dukung dan kembangkan. Saya atas nama Dinas Pendidikan Provinsi   Jateng memberikan apresiasi kepada BNPT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sya berharap ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan’ kata Arif.

Dewan juri  nantinya akan mengambil tiga pemenang yang berhak maju ke babak grand final di Jakarta pertengahan November 2016. Kita tunggu saja pengumuman pemenangnya. (Muslihudin el Hasanudin)

Tentang fkptjateng