Templates by BIGtheme NET
Rumah » Tak Berkategori » Orientasi Penulisan Berita Radikalisme Bagi wartawan

Orientasi Penulisan Berita Radikalisme Bagi wartawan

Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengelar acara silaturahmi dengan awak media dan mahasiswa di Gedung Aula Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Semarang pada tanggal 16 Juni 2015. Acara ini merupakan sebuah upaya nyata untuk menebarkan model pemberitaan yang damai, jauh dari prasangka dan hasutan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 awak media dan civitas akademika se-Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini hadir pula Deputi satu bidang pencegahan BNPT, Mayor Jendral Agus Surya Bakti.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peranan kampus dan awak media dalam upaya penanggulangan radikalisme-terorisme di Indonesia. kampus harus turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan terorisme

dengan menjadi laboratorium yang mampu memberikan pemahaman yang baik terhadap masyarakat. Sebagai badan nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, BNPT mengemban tugas untuk menanggulangi segala bentuk radikalisme agama yang mengarah kepada terorisme. BNPT merupakan sinergi antara penindakan dan pencegahan, karenanya tugas utama BNPT adalah mengatasi masalah terorisme dengan metode soft approach. Salah satunya melalui pemberdayaan seluruh komponen bangsa, termasuk mahasiswa, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Mayor Jendral Agus Surya Bakti menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman dan data valid tentang penanggulangan kasus terorisme, tindak dan paham terorisme bukan saja mengenai agama, tetapi juga masalah-masalah lain yang dapat memicu seseorang untuk melakukan terorisme. Agama hanya digunakan sebagai alat untuk mendulang simpati dari masyarakat. Terorisme adalah gabungan dari faktor-faktor non-agama, seperti masalah sosial, dendam pribadi, ekonomi, dll, yang mendorong orang untuk berlaku teror. Sebagai Deputi satu Bidang pencegahan, Mayor Jendral Agus Surya Bakti menjelaskan bahwa tugas utama divisi ini adalah mencegah kemungkinan tindakan terorisme, agar tidak ada lagi aksi-aski anarkis yang merugikan bangsa di masa mendatang. Selain itu, divisi ini juga memiliki fungsi untuk mencegah penyebaran paham terorisme melalui penyadaran dan pelurusan pemahaman agama, dimana masyarakat diarahkan untuk memahami dan mengamalkan agama dengan cara damai dan konstruktif.

Diharapkan setelah acara ini, awak media dapat semakin gencar dalam melahirkan penulisan berita yang baik, sejuk, damai dan proporsional. Harapannya agar masyarakat mendapat berita yang baik, dikemas dalam bentuk yang baik dan memberikan input yang baik. Selain itu acara ini diharapkan mampu menjadi perlawanan terhadap trend negatif penyebaran berita di dunia maya dengan memberikan berita-berita yang mencerahkan dan meluruskan pemahaman masyarakat terutama tentang radikalisme terorisme, sehinga masyarakat jauh dari kecenderungan untuk menjelek-jelekkan orang lain, permusuhan dan perpecahan.

Tentang fkptjateng